Green Island, Pariwisata Baru di Bali

Green Island, Pariwisata Baru di Bali – Pulau Dewata mempromosikan destinasi baru yang bisa para wisatawan coba. Green Island di Pulau Serangan, Bali nah area watersport keren, sekaligus mendidik upaya pelestarian terumbu karang untuk wisatawan.

Didi Wannee, Head of Marketing Green Island, juga mengkisahkan awal mula berdirinya lokasi ini. Green Island sebetulnya start dari gerakan care lingkungan yang digagas warga lokal yang disebabkan oleh efek buruk reklamasi pulau Serangan. “Semuanya ini berawal dari reklamasi Pulau Serangan di tahun 1996-1998, dari yang awalnya 112 Hektar menjadi 481 hektar. Dampak dari reklamasi itu, terumbu-terumbu karang jadi rusak lantaran tertutup lumpur dan pasir. Penangkap ikan juga susah dapat ikan. Maka dari itu, kita gagas langkah konservasi terumbu-terumbu karang di sini,” ujar Didi.

I Wayan Patut, ialah tokoh masyarakat original Pulau Serangan dibelakang usaha pelestarian ini. Dialah yang menggerakkan pemuda-pemuda setempat untuk ikut serta menanamkan terumbu karang, sampai pada akhirnya terbentuklah komunitas nelayan Buatan Segara yang total anggotanya sekitar 60 orang pada tahun 2003.

Dari tahun 2000, I Wayan Patut sering mulai menanamkan terumbu-terumbu karang di daerah Pulau Serangan, dan yang baru pada tahun 2011 dia diberi penghargaan Kalpataru dengan mantan presiden SBY. Seuatu buah manis atas kerja keras yang ia lakukan untuk ‘menghijaukan’ kembali alam bawah laut Pulau Serangan.

Sekarang bersama Green Island, wisatawan bisa traveling sambil belajar menjaga alam dengan menanam terumbu-terumbu karang di sekitar area Pulau Serangan. Wisatawan akan diajak menanamkan bibit terumbu-terumbu karang yang sudah dibubuhi nama traveler, ke 1 atau 2 titik yang telah ditentukan. Semuanya itu sudah termasuk ke yang ada didalam paket wisata yang sudah disiapkan oleh pihak management. “Kita memang menyediakan paket wisata pelestarian menanam terumbu-terumbu karang, tersebut telah tergolong paket aktivitas yang bisa dikerjakan seperti main kano, dan masih ada yang lain, termasuk 1 aktivitas watersport seperti banana boat, dan masih banyak lagi,”

Lebih asyiknya lagi, di Green Island wisatawan bisa menjajal bermacam-macam jenis wahana watersport seru misalnya flying fish, banana boat, parasiling, bermain jetski, seawalker, s.d diving. Semua difasilitasi dengan tour guide yang profesional. Speedboat yang dipakai juga milik warga lokal hingga ekonomi warga disini juga dapat dikelola.

Tidak hanya itu, ada pun pembudidayaan kuda laut, kegiatan pelepasan anakan penyu, bahkan sampai ada area pelestarian hiu. Semuanya dilakukan di area terlepas pantai berbentuk karamba apung. Ada pun restoran di karamba terapung, yang mana wisatawan bisa menikmati masakan seafood yang segar setiap harinya.

“Tahun 2015 ini kami lagi dalam proses mengurus perizinan ke orang pemda agar pengelolaannya berada di bawah badan business milik kami sendiri. Yang akan kami open untuk seluruh market, bukan hanya khusus untuk wisatawan Tiongkok saja, tetapi di buka untuk semua termasuk wisatawan lokal juga, ”

Pariwisata pelestarian dan watersport Green Island Bali berada di Jl Pulau Serangan, Denpasar Selatan Bali. Lokasi ini dapat kunjungi dengan mudah melalui jalur darat mempergunakan mobil. Tidak ada yang salah mencoba watersport di Green Island sembari melakukan upaya pelestarian terumbu-terumbu karang di sini, bila merasakan Tanjung Benoa sudah terlalu penuh oleh wisatawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.